Mengenal 2 Macam Buta Warna Parsial dan Ciri-Cirinya

Tuesday, 29 Aug 2023


Menurut kamu, seperti apa dunia terlihat di mata orang-orang yang buta warna (color blind)? Hitam-putih? Ternyata, tidak selalu. Ada yang seperti filter Instagram, atau seperti TV tabung berwarna yang mulai rusak 🙂

Sebagian dari kamu mungkin belum tahu, bahwa selain buta warna total, ada 2 macam buta warna parsial: buta warna merah-hijau dan buta-warna biru-kuning. Nah, 2 jenis buta warna parsial itulah yang akan kita bahas di dalam artikel ini. Buta warna tak selamanya karena faktor genetik, namun bisa juga karena usia, konsumsi alkohol, trauma otak, penyakit kronis, dan lingkungan (terpapar bahan-bahan kimia).

Jadi, seperti apa itu buta warna merah-hijau dan buta warna biru-kuning?

Buta Warna Merah-Hijau

Jenis buta warna parsial yang ini adalah yang paling sering dijumpai. Buta warna merah-hijau masih dibagi lagi menjadi 4 tipe.

Pertama, Protanomali, di mana warna merah dan turunan-turunannya tampak tidak sekuat yang seharusnya, agak menghijau. Tipe pertama ini ringan dan jarang mengganggu kehidupan sehari-hari.

Tipe kedua, Protanopia, warna merah terlihat seperti hitam. Sementara itu, warna kuning, oranye, dan hijau akan tampak seperti kuning.

Tipe ketiga, Deuteranomali, akan susah membedakan warna ungu dengan biru (soal ini, terkadang orang yang nggak buta warna juga susah membedakan sih, hehe). Warna kuning dan hijau akan tampak memerah. Tipe ketiga ini juga ringan dan jarang mengganggu kehidupan sehari-hari.

Terakhir, ada Deuteranopia, di mana warna merah akan tampak seperti kuning kecoklatan dan hijau terlihat seperti warna krem.

Buta Warna Biru-Kuning

Jenis buta warna parsial yang kedua ini lebih jarang daripada buta warna merah-hijau, sekitar 1 kasus dari 10.000 orang. Ada 2 macam, yaitu Tritanomali dan Tritanopia. Tritanomali sangat langka, penderitanya melihat warna biru seperti warna hijau. Tipe kedua, tritanopia, selain warna biru tampak menghijau, warna kuning juga tampak seperti ungu atau abu-abu.

Fun fact seputar buta warna! Buta warna parsial ternyata lebih sering diderita oleh laki-laki. Ini karena gen yang menyebabkan buta warna ada di dalam kromosom X. Menurut penelitian Colorblind Awareness, ada sekitar 8% pria di dunia yang memiliki gangguan penglihatan warna. Sementara berdasarkan jurnal Ophtalmology, sebanyak 3,1% pria di Asia dan 2,6% pria Hispanik menderita buta warna. Orang-orang sub-Sahara di Afrika hampir tidak memiliki pengidap buta warna! Hm, kira-kira bagaimana di Indonesia ya?

Dalam populasi penderita buta warna, Deuteranomali memiliki paling banyak pengidap hingga 62,5%. Protanopia, Protanomali, dan Deuteranopia masing-masing memiliki 12,5% populasi.

Untuk memeriksa apakah kita memiliki gejala buta warna, perhatikan apakah kita merasa kesulitan membedakan warna merah, oranye, kuning, coklat, dan hijau? Apakah warna-warna tersebut tampak lebih kusam? Jika sudah timbul kecurigaan, maka lakukan tes buta warna. Tes yang paling lazim adalah metode Tes Ishihara, di mana kita diminta untuk melihat angka yang dicetak dengan bintik-bintik berwarna dengan latar yang juga diwarnai dengan bintik-bintik tertentu. 

Nah, sekarang kita tahu, kalau ada teman atau anggota keluargamu yang kesulitan menemukan atau membedakan warna tertentu, jangan-jangan dia buta warna. Segera konsultasikan ke dokter mata terdekat, ya. Buta warna karena faktor genetik memang tak bisa disembuhkan, berbeda dengan buta warna karena penyakit atau faktor lingkungan. Namun, setidaknya ada kacamata atau lensa kontak khusus yang bisa membantu penglihatannya. 

 

Referensi:

https://www.halodoc.com/artikel/3-jenis-buta-warna-yang-perlu-diketahui
https://www.orami.co.id/magazine/jenis-buta-warna
https://katadata.co.id/iftitah/berita/62958a85c69c3/memahami-buta-warna-parsial-penyebab-jenis-dan-gejalanya
https://www.siloamhospitals.com/informasi-siloam/artikel/apa-itu-buta-warna