Mata Terlalu Sering Mengedip Bukan Berarti Genit, Tapi Bisa Jadi Ada Kondisi Kesehatan yang Serius

Tuesday, 13 Sep 2022


Mata berkedip adalah salah satu respon tubuh yang normal, karena fungsi dari berkedip yaitu melindungi mata dari benda asing, melindungi dari cahaya yang terlalu terang, serta mencegah mata kering. Tapi gimana kalau mata mengedip terlalu sering? Apakah karena genit atau cacingan? Tentu saja bukan keduanya. Kalau kamu mengalami mata berkedip terlalu sering, perlu diwaspadai nih, bisa jadi ada kondisi kesehatan yang serius atau mengidap blefarospasme.

 

Beberapa orang juga mengalami mata berkedip yang dibarengi dengan gerakan lainnya (tics) di wajah, kepala, atau leher. Dikatakan tidak normal jika kondisi tersebut mengganggu aktivitas sehari-hari dan kedipan berlangsung selama berjam-jam. Kalau kamu mengalami hal tersebut, kemungkinan ada masalah neurologis atau saraf sehingga harus segera berkonsultasi dengan dokter. 

 

Banyak hal yang menyebabkan mata berkedip berlebihan. Beberapa penyebab dari mata yang berkedip secara berlebihan, yaitu:

  • Mata lelah atau tegang
  • Bulu mata yang tumbuh kedalam
  • Abrasi kornea
  • Debu atau kotoran yang masuk ke mata
  • Alergi
  • Mata kering
  • Konjungtivitis
  • Facial tics atau kebiasaan
  • Kelopak mata yang tidak terbentuk dengan benar
  • Mata tidak rata atau bersilangan (esotropia)
  • Masalah neurologis atau psikologis
  • Kecemasan

 

Meskipun jarang, adapun beberapa kondisi serius yang menyebabkan mata berkedip secara berlebihan seperti berikut ini:

  1. Sindrom Tourette

Yaitu sindrom yang menyebabkan seseorang tiba-tiba melakukan ucapan atau gerakannya secara berulang. Gerakan ini biasanya terjadi secara tidak sengaja dan di luar kendali, yang disebut tic. Gejala yang dialami berupa pengulangan gerakan atau ucapan, dan disertai dengan gerakan mata berkedip dalam waktu lama. 

  1. Bell’s Palsy

Bell’s Palsy adalah kelumpuhan atau kelemahan pada salah satu sisi otot di wajah yang bersifat sementara. Penyakit ini bisa mempengaruhi otot di wajah, termasuk gerakan mata. Biasanya penyintasnya, cenderung kesulitan membuka dan menutup mata. Pada kondisi yang lebih parah, penyakit ini bisa menyebabkan gangguan pada mata, kelemahan otot, otot wajah berkedut (termasuk mata), serta kesulitan makan, minum, dan berbicara.

  1. Blefarospasme

Yaitu gangguan kesehatan yang ditandai dengan mata berkedip secara berlebihan. Kondisi ini disebabkan oleh gangguan faktor genetik dan faktor lingkungan, termasuk stres, kelelahan, mata kering, paparan cahaya yang berlebih, infeksi pada mata, serta sumbatan, dan gangguan pada kelopak mata

Jika tidak segera hilang atau sering kambuh, kamu bisa mengatasi mata berkedip secara berlebihan dengan cara berikut ini:

  • Kurangi mengonsumsi alkohol dan kafein
  • Kurangi kebiasaan merokok
  • Kompres mata yang sering berkedip dengan air hangat
  • Hindari terlalu lama menatap layar elektronik atau gadget
  • Tidur dan istirahat yang cukup, setidaknya 6-8 jam sehari (untuk orang dewasa) atau disesuaikan dengan kebutuhan.

Jika iritasi ringan kamu bisa menggunakan tetes mata Braito Original untuk mengatasi mata merah atau Braito Tears untuk mata kering. Namun jika kamu mengedip mata secara berlebihan dan disertai dengan gejala lainnya seperti mata merah, mata berair, nyeri, atau bengkak, ada baiknya segera lakukan pemeriksaan ke dokter mata agar dapat ditindaklanjuti.